BIODATA

February 5th, 2010

NAMA              : META DWI NASTITI

TTL                   : MALANG,19 MEI 1990

ALAMAT       : JL.TIRTO UTOMO Gg IV

MOTTO          :Kegagalan bukanlah ahkir segalanya,belajarlah dari     kegagalan karena kegagalan adalah pengalaman atau guru palaing baik.

Did you like this? Share it:

ARTIKEL PENDIDIKAN SASTRA INDONESIA

February 5th, 2010


BAHASA  adalah identitas bangsa. Itu selalu kita dengar. Terntu saja selaian bendera, lambang negara dan sebagainya. Tai Bahasa adalah sesuatu yang sangat menentukan identitas bangsa, karena bahasa dari sebuah bangsa, juga karakter bangsa itu sendiri.

Betapa pentinga Bahasa bagi sebuah Bangsa, kalau dalam berbahasa mampu memperlihatkan gambaran dari karakter bangsa itu. Untuk mengetahui, bagaimana sebenarnya kondisi masyarakat sebuah bangsa, kita bisa melihat dari caranya berbahasa, demikian Mc Cliff dalam bukunya Lingual and Culture. Dijelaskannya, jika dalam sebuah bangsa pemakaian bahasa negerinya amburadul, maka bangsa itu dapat digambarkan keamburadulannya.

Apa iya? Begitu penulis mempertanyakannya dalam hati. Apa benar, kalau sebuah negara tidak menggunakan Bahasa nasionalnya dengan benar, itu sebuah pertanda negara itu tidak memiliki rasa nasionalisme yang baik pula?

Beberapa tahun lalu, Indonesia mulai gembar-gembor dengan slogannya:” Pakailah Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar.” Sebelumnya, sejak tahun 1980 Malaysia dengan gencar memberantas pemakaian bahasa asing berlebihan dan tidak benar dengan menggalakkan pemakaian bahasa baku Malaysia.

Kini justru di Indonesia pemakaian bahasa asing terutama Inggris yang campur aduk selalu diikutkan dalam bahasa Indonesia, membuat bahasa Indonesia semakin rusak dan parah. Media-media untuk publik pun ikut-ikutan seperti majalah, kota, mingguan, tabloid, radio dan TV tak mau ketinggalan. Pencampuradukan bahasa asing ke dalam bahasa Indonesia dipakai dalam pertemuan-pertemuan dan diskusi-diskusi, juga di depan publik.

Drs. Antilan Purba, M.Pd., seorang dosen di Universitas Medan (Unimed) dan ahli bahasa di Sumatera Utara begitu getol berjuang memperbaiki bahasa Indoensia yang rusak itu. Sudah lebih tujuh buah buku yang ditulisnya, semuanya berkisar tentang bahasa dan sastra, khususnya Indoensia.

Kali ini, dia mempersembahkan sebuah lagi buku berjudul Sastra Banghsa Indoensia. Demikian sadarnya Antilan pada bahasa yang semakin lama semakin rusak, karena pemakaian bahasa asing yang campur aduk itu. Ternyata Antilan Purba yang ahli bahasa itu, kini melompat ke depan melihat betapa pentingnya sastra Indonesia dan sebuah Bangsa Indonesia yang sudah merdeka ini.

Antilan setingkat melangkah ke depan, tidak hanya berbicara tentang bahasa saja. Sastra dalam sebuah bangsa menurutnya, lebih memperkokoh identitas sebuah bangsa. Artinya sastra Indonesia adalah penajaman identitas bangsa Indonesia.

Bagaimana peranan sastra dana kehidupan berbangsa yang sebenarnya? Dalam kehidupan berbangsa, ternyata menurut Antilan peran sastra memiliki kekuatan tersendiri, jika bangsa ini ingin menyebutkan dirinya sebuah bangsa yang baik. Karean menurut Antilan peranan sastra ikut menentukan cerdas tidaknya bangsa ini. Kenapa?

Antilan pun berkilah, selain hal-hal banyak faktor, sastra mampu menambah keindahan batin manusia. Hanya saja sadarkah manusia akan hal itu atau tidak, dibutuhkan apresiasi yang tak henti. Pemerintahpun diminta Antilan untuk ikut bertanggung jawan dalam hal ini.

Lantas siapakah pembaca sastra itu sebenarnya? Membaca bukunya, Antilan tidak mengatakan secara terus terang, tapi dapat ditangkap kalau hanya orang-orang yang berbudaya haluslah yang mau membaca karya sastra. Itu sebuah tudingan dari Antilan, kalau tidak membaca karya sastra, berarati orang itu, tidak memiliki budaya yang halus dan lembut.

Bagaimana para pejabat yang tidak membaca karya sastra? Sayang Antuilan tidak menuliskannya dalam buku ini. Antilan hanya menenamkan sebuah harapan, kalau sastra itu harus kembali kepada rakyat dan menanmpung aspirasi rakyat. Berarti karya sastra itu sama anggota dewan yang mampu mewakili aspirasi rakyat.

Puisi

Antilan dalam buku ini mengutip pula beberapa buah puisi dari para penyair Indonesia. Puisi-puisi yang dikutipnya adalah puisi-puisi yang menurutnya mampu membentuk pribadi yang berakhlakulkarimah. Seperti puisi Sutadji Calzoum Bachri, Abdul Hadi WM, Emha Ainun Najibdan Chairil Anwar.

Kenapa? Antilan puisi-puisi itu mampu setidaknya membuat orang akan merenungi dirinya, bahkan berkontemplasi akan sekelilingnya. Kalau banyak sastrawan mengumpulkan menjadi sebuah antologi cerpen atau kumpulan cerpen, Antilan artikel-artikel singkatnya dari berbagai koran atau setidaknya berupa esaay dalam sebuah buku.

Bukunya ini pun dijadikannya dua bagian. Bagian pertama, Sastra dan Bangsa. Dalam bagian ini ada 12 buah artikel-artikel singkat. Kemudian ada bagian kedua Sastra dan Pendidikan.
Pada bagian pertama Antilan menuliskan dalam 12 artikel (katakanlah begitu) bagimana sastra dalam sebuah bangsa. Betapa pentinagnya sastra dalam sebuah bangsa (masyarakat). Betapa hiruk-pikuknya bangsa ini tanpa kehadiran sebuah karya sastra. ang menarik, bagaimaqna multikultural dan sastra Indonesia.

Antilan demikian getolnya mencari-cari karya sastra di Indonesia, khususnya karya sastra “Orang Medan”. Betapa pentingnya bagi Antilan, selain menemukan warna lokal dan multikultural dalam sastra Indonesia, karena sastra multikultural itu, akan merekatkan rasa kebangsaan yang lebih kental.

Pada bagian kedua dari buku ini, Antilan sebagai seorang pendidik/dosen, meninjau sastra untuk pendidikan bangsa Indonesia. Menariak sekali bagi penulis, Sastra Monodisipliner ke Pendidikan Sastra Interdisipliner. Mungkin ini yang selama ini tidak disadari oleh para sastrawan-sastrawan di Medan. Kalau Sastra menuliskan/mengungkapkan Sejarah, Sastra mengungkapkan pertanian, sastra mengungkapkan adat istiadat, sastra mengungkapkan teknologi dan sebagainya.

Secara tersirat Antilan sebenarnya menuding para sastrawan kita khususnya di Medan sedikit sekali mampu menulis karya sastra yang berkaitan dengan interdisiplin. Antilan sangat setuju dalam “pertengkaran” dengan penulis, kalau sebenarnya sastra pasti mampu mengungkapkan apa saja dalam disiplin ilmu apa saja. Justru akan lebih menarik lagi, jika diungkapkan melalui karya sastra.

Ternyata sangat efektif menyampaikan sejarah, teknik, industeri, kemaritiman dan sebagainya. Bahkan jika masalah ekonomi dituliskan dalam bentuk sastra akan meanrik sekali. Hanya saja, seberapa jauh sastrawan kita mampu menuliskan masalah kepelikan perekonomian kita dalam bentuk sastra. Bagaimana sastrawan mampu menulis tentang ekonomi, kalau sastrawann kita, kerjanya hanya mengkhayal.

Antilan Purban  memabng seorang yang produktif menulis buku. Mungkin di Sumatera Utara saat ini, Anlian orang paling produktif, hingga mampu menerbitkan lebih dari tujuh buah buku yang saatnya nanti akan bermanfaat bagi generasi berikutnya.

Did you like this? Share it:

pendidikan

February 5th, 2010
Pendidikan merupakan kebutuhan sepanjang hayat. Setiap manusia membutuhkan pendidikan, sampai kapan dan dimanapun ia berada. Pendidikan sangat penting artinya, sebab tanpa pendidikan manusia akan sulit berkembang dan bahkan akan terbelakang. Dengan demikian pendidikan harus betul-betul diarahkan untuk menghasilkan manusia yang berkualitas dan mampu bersaing, di samping memiliki budi pekerti yang luhur dan moral yang baik.

Did you like this? Share it:

musik

February 5th, 2010

music_notesMusik adalah jemari halus yang mengetuk pintu kalbu untuk membangunkan kehangatan dari tidurnya yang lelap. Ketukan jemari itu membuat hamparan kenangan hadir kembali, setelah hilang di telan pekatnya malam. Ketukan itu membuat kenangan masa silam terbuka kembali, setelah di selubungi berbagai peristiwa yang selalu datang silih berganti.

Alunan nada nada musik adalah senandung lembut yang kerap hadir di lembah lembah imajinasi. Jika nada nada itu di lantunkan dalam melodi kesedihan, maka ia menghadirkan kenangan silam di saat gundah dan putus asa. Tapi jika di lantunkan pada saat hati senang, maka musik menghadirkan kenangan silam di saat damai dan bahagia.

Alunan nada nada musik adalah kumpulan suara kesedihan yang membuat segala kegelisahan memenuhi tulang rusuk, lalu menghadirkan seribu duka. Tapi ia juga bisa berupa susunan kata kata ceria yang segera menguasai kalbu kita, lalu menari riang disela tulang rusuk, menghadirkan seribu bahagia.

Alunan nada musik adalah bunyi petikan pada dawai, yang masuk ke pendengaran kita membawa gelombang lembut. Kadang ia mampu memaksa tetesan airmata menyeruak dari kelopak, kerana merasa gerah bagai tersulut oleh api kerinduan, tak tahan pada desakan gelisah cinta saat berpisah dengan kekasih, kerana himpitan kepedihan cinta yang luka tergores cakar cakar penantian.

Namun ia juga mempu menghadirkan simpul senyuman yang keluar perlahan dari gerakan lembut sepasang bibir indah, sebagai isyarat rasa senang bahagia. Alunan nada musik adalah nafas terakhir akalnya hati dan nafasnya jiwa.

Did you like this? Share it:

kesehatan

February 5th, 2010

women smoke

Berbagai posting dan artikel mungkin susah banyak yang mengulas tentang rokok dan bahaya yang ditimbulkan. namun disini sayang ingin mengulas efek rokok khusu terhadap kesehatan mulut dan gigi. semuga bermanfaat dan selalu mohon saran dan kesan agar postingan ini makin sempurna.

Did you like this? Share it:

Hello world!

February 5th, 2010

Welcome to Student Blogs. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!

Did you like this? Share it: